Queen Aida
ENTRY ABOUT FRIENDS STUFF SEUNGRI TWITTER EXO K

das Kino (Hearts of Freedom)
Kamis, 09 Juni 2011 - Permalink - 0 Comments
Film-film Indonesia seharusnya berkualitas seperti film ini

dua hari lalu gue buka akun twitternya Atiqah Hasiholan, ada yang mention "Mbk main lagi di Hati Merdeka nggak? (Merah Putih 3)"

Merah Putih adalah film drama perang yang dibuat menjadi tiga series alias trilogi, kehadiran film pertama dengan judul yang sama di tengah film-film horor yang menjamur di negeri ini memang telah berhasil memikat banyak penonton Indonesia, film bertemakan nasionalisme seperti ini sebenarnya jarang membuat para sutradara dan produser tertarik untuk mengangkatnya menjadi sebuah film, mengingat selera penonton Indonesia dengan genre film Horor yang berbau sex masih sangat mendominasi, mereka berpikir membuat film bertemakan nasionalisme itu tidak komersil dan tidak mengikuti selera pasar.....*prihatin*


padahal seperti yang pernah dikatakan Hanung Bramantyo, pekerjaan sutradara adalah membuat film tanpa pernah melupakan amanat yang terkandung dalam undang-undang dasar yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa...bukan sekedar mementingkan tingkat komersialitasnya saja...*setuju gue*
balik lagi soal mention di akun twitternya Atiqah tadi, dalam film kedua berjudul Darah Garuda, Atiqah memang turut berperan di dalamnya, pantes aja ada yang nanya kaya gitu...ini buat gue penasaran dan langsung buka Youtube, ealah...ternyata trillernya udah ada, itu berarti trilogi terakhir berjudul Hati Merdeka sudah release, gue langsung browsing and then... jreng..jreng...!!!premiernya tanggal 9 Juni serentak di seluruh bioskop di Indonesia *catet di agenda* 

tadi di kampus gue udah geger kaya orang kesetanan ngajakiin temen gue Tiara ama Dyah buat nonton film ini,  awalnya mereka mau diajakin nonton Hati Merdeka, tapi setelah temen gue Dyah browsing film-film apa yang sedang tanyang di 21 sekalian sama jadwal tanyangnya, e....dia malah berubah pikiran untuk lebih milih nonton Pelet Kuntilanak daripada nonton film yang gue rekomendasiin....dan lebih parahnya lagi, temen gue Tiara juga ikut-ikutan milih nonton film horor aja...*tepoook jidaaat*

gue :"kita ini anak kuliahan, masak masih mau nonton film kaya begituan???"
Tiara :"ih...nggak papa kaliii,,,nonton tuh harus ada sensasinya...nonton sambil teriak-teriak kan lebih seruuu..."
Dyah :"iya... tapi teriaknya bukan kaya kalo nonton film horor beneran, teriaknya kaya gini nih...Awww...awww...arrrgggh....!!!!hehehe,,,," *temen gue yang satu ini emang rada saraap*
#abaikaaan.... 
Seperti kebanyakan film horor di Indonesia...ngerti sendiri kan...jadi nggak perlu gue jelasin maksudnya si Dyah^^ *soalnya gue juga agak geliii*
karena nggak berhasil bujuk mereka berdua, akhirnya gue putuskan untuk ngajak temen sekamar gue Intan buat nemenin gue nonton film Hati Merdeka, dan Intan mau...*horeeeee*

Dari awal sampai akhir, film ini begitu banyak memberikan suguhan visual yang menakjubkan untuk ukuran film Indonesia dengan genre drama perang.  Film ini masih mengisahkan perjuangan pasukan khusus Jenderal Sudirman yang dipimpin Kapten Amir (Lukman Sardi) bersama anak buahnya yakni Letnan Tomas (Donny Alamsyah), Letnan Dayan (Teuku Rifnu Winaka), Letnan Marius (Darius Sinathrya) serta Senja, perempuan satu-satunya dalam pasukan ini yang diperankan Rahayu Saraswati. Film ini berlatar belakang agresi militer Belanda II pada 1948. Kapten Amir ditugaskan untuk mengatur strategi menghancurkan kekuatan Belanda dengan berbagai strategi. Termasuk ketika kisah film ini dibuka dengan adegan penyamaran Letnan Dayan, Letnan Marius, Budi, serta Senja sebagai pelayan di markas Belanda. Konflik batin tidak luput mewarnai film ini, rasa cinta Tomas terhadap Senja terus bergejolak dalam hatinya. Tak tahan terus dipendam, Tomas pun mengutarakan keinginannya menikahi Senja. 

adegan favorit gue dalam film ini adalah ketika Tomas mengajak Senja bertemu untuk mengutarakan perasaannya dan mengajak Senja untuk menikah dengannya dengan memberikan Senja hadiah sederhana yaitu sebuah lipstik...

Gue ngefans banget sama Donny Alamsyah yang berperan sebagai Letnan Tomas

dalam adegan itu ada dialog yang kurang lebih seperti ini:

Senja : "Maaf saya terlambat, sudah membuatmu lama menunggu, biasalah perempuan."
Tomas : "Ngana suruh tunggu, kita tunggu selamanya."

Aiih ....romantiiis abiiis pakek bahasa Manado pulaaa...^^

ada lagi bagian yang bikin gue takjub nonton film ini,

di beberapa adegan sebelumnya, ketika Kapten Amir beserta anak buahnya ditugaskan untuk  membunuh pimpinan pasukan khusus Depot Speciaale Troepen (DST) Belanda yang dipimpin Rammer. Ia dikenal keji. Dalam sejarah Rammer telah membantai 40 ribu orang. Dengan tegas Kapten Amir menjawab :

"Maaf komandan, kami ini tentara bukan pembunuh."
  

kemudian di akhir film terdapat epilog dari Kapten Amir :

dalam Al Qur'an, di Surat Fushshilat ayat 34 menyebutkan: "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik..."


Memberikan Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Film Hati Merdeka dan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembuatan film ini, Production House, Produser, Sutradara, Aktor, Aktris, dan seluruh figuran yang berperan dalam film ini, kalian telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang dasar, kalian telah banyak menyampaikan pesan moral yang syarat dengan nilai-nilai nasionalisme bangsa ini melalui karya kalian...





Maju terus Perfilman Nasional ! ! ! 

Label:



Older Post | Newer Post