Sungguh Film yang sangat Indah dan menyentuh hingga harus meneteskan air mata berulang kali :))
Setiap kali ke Gramedia pasti nyolong-nyolong waktu untuk membaca buku Habibie dan Ainun. Nggak nyangka filmnya diputar hari ini, jadi semakin yakin bahwa memang benar adanya, bahwa laki-laki yang baik teruntuk perempuan yang baik-baik pula :)
Film ini dikemas dengan apik, ada unsur humornya tapi begitu banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik, tentang cinta, kesetiaan, janji yang harus dipenuhi, perjuangan dan pengorbanan, kejujuran, keluarga, dan cinta pada Ibu Pertiwi^^ di Indonesia film dengan latar belakang cerita hidup seorang pemimpin besar yang pernah memimpin bangsa ini masih terhitung sangat jarang, dan beribu-ribu terimakasih saya ucapkan kepada seluruh orang yang terlibat dalam pembuatan film Habibie dan Ainun tanpa terkecuali, terimakasih atas film yang sangat menginspirasi ini :')
Terimakasih telah mempercayakan Reza Rahardian untuk memerankan sosok Habibie, aktingnya sangat memukau dan cukup berhasil merepresentasikan sosok Habibie yang jenius sekaligus keras kepala :D
Film yang sungguh indah dan menyentuh, sehingga saya harus menitikkan air mata sampai berulang kali, bahkan jika itu bukan di bioskop, mungkin tangisannya bisa sampai menimbulkan suara... :D Begitulah cinta dan Tuhan, mempertemukan dua anak manusia dalam kebersahajaan, cinta sejati Ainun kepada Habibie hingga beliau tutup usia. Begitu pula kecintaan Habibie pada Ainun sehingga melahirkan buku Habibie dan Ainun yang terbit tidak lama setelah Ainun meninggal dunia, dan hadirlah film Habibie dan Ainun ke hadapan kita semua tepat pada tanggal 20 Desember tahun 2012 (20122012) hari ini :')
Bukanlah sebuah cerita cinta yang sederhana, bukan pula tentang romansa seperti yang akhir-akhir ini sering muncul di televisi, sungguh bukan sesederhana itu pesan yang ingin disampaikan dalam film ini, banyak hal yang saya dapatkan ketika selama hampir dua setengah jam menyaksikan film ini dengan berurai air mata...
Betapa tulusnya seseorang dalam mencintai pasangannya, menerima segala kekurangannya, mengingatkan ketika Ia keliru, selalu mendampingi ketika badai kehidupan menghampiri, apa pun keadaannya, sehat atau sakit, seluruh perhatian dan kekhawatiran selalu tercurah untuk seseorang yang Ia kasihi dan telah Ia pilih untuk mendampinginya seumur hidup meskipun dalam keadaan lemah tak berdaya...
Ketika menulis postingan ini sambil mengingat-ingat kembali cerita dalam film Habibie dan Ainun, rasanya bulir-bulir itu ingin sekali tumpah, mungkin ini film Indonesia pertama yang mebuat saya sangat terkesan dan mengambil banyak pelajaran moral setelah menyaksikannya. Berlatar keindahan negara Jerman, sejarah kembali berulang dalam bentuk persembahan megah nan indah berjudul Habibie dan Ainun.
Mimpi, adalah sebuah janji yang harus ditepati, dan Habibie telah menepatinya janjinya, mengabdi kepada Ibu Pertiwi, mengemban tugas sebagai pemimpin negara dan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun.
Satu hal yang perlu digarisbawahi, bagaimana bisa negara ini tidak menyediakan tempat bagi orang-orang yang jujur, orang-orang yang tidak sekedar mempunyai mimpi besar tapi mampu untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan mandiri sehingga tidak perlu lagi bergantung pada negara-negara lain. Mengapa tidak ada tempat bagi seorang Habibie??? Kerja keras beliau justru diapresiasi oleh negara lain, di Jerman, beliau begitu disegani, dikagumi atas kejeniusannya, dihargai prestasinya, dan dihormati kredibilitasnya.
Dalam film divisualisasikan, ketika Habibie memutuskan untuk tidak lagi menyalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia karena mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak mengenai keputusannya untuk melakukan Referendum terhadap rakyat Timor-timor, Beliau sekeluarga akhirnya kembali ke Jerman, di sana seorang pegawai restoran pun sangat menyeganinya, beliau disuruh mampir untuk sekedar bersantap siang, kemudian menawarkan apakah jendela restoran harus ditutup agar udara dingin di luar tidak terlalu mengganggu. Hal sekecil itu pun telah membuktikan bagaimana sosok Habibie yang jenius begitu sangat dihargai di Jerman, negara tempat Ia menuntut ilmu hingga meraih gelar Professor.
Susah sekali meyakinkan orang-orang Indonesia untuk percaya, mungkin karena mereka terbiasa dengan keomongkosongan. Betapa sulit mendapatkan apresiasi yang pantas di negeri ini, mungkin karena mereka terlalu sibuk berpura-pura. Orang yang jelas-jelas jujur dan amanah dituduh melakukan korupsi, jerih payah dan kesakitan, perjuangan dan keterpurukan menjadi bagian dari hidup seorang Habibie, tapi betapun kekuasaan itu manis dan menawarkan segala kemewahan, beliau tetap menomorsatukan keluarga, hidup dengan damai dan membangun keluarga yang sakinah.
Kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh Ainun, namun kenyataan demikian tidak pernah sekalipun menyurutkan perjuangan Habibie untuk melihat Ainun pulih kembali, Ia sama sekali tidak ingin kehilangan sosok istri sesempurna Ainun, upaya apa pun ditempuh, pengobatan dan perawatan dengan dokter terbaik pun dijalani, hingga harus memboyong Ainun ke Jerman untuk mendapatkan perawatan terbaik demi kepulihan sang istri. Dalam keadaan lemah, dan dengan kanker yang bersarang di tubuhnya, Ainun tidak lupa untuk memunaikan shalat dengan diimami Habibie, mereka shalat berjamaah bersama kedua anak mereka di rumah sakit.
Sesaat sebelum Ainun menghembuskan nafas terakhir, Habibie masih sempat memanjatkan doa dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-48, Habibie sungguh tak ingin kehilangan sosok Ainun yang telah mendampingi hidupnya selama hampir setengah abad, dengan berlinangan air mata Ia terus mencium kening Ainun yang saat itu dalam keadaan tidak sadarkan diri...
Kutipan buku ~ Habibie dan Ainun
Ungkapan B.J Habibie untuk almarhumah istri tercintanya :
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu
bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian
adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri
seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa
kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin
yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan
panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis
selama kau ada, Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar
kau di sini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti
cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada
untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya
mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku.
Lirik Lagu Ost Habibie dan Ainun-Cinta Sejati
By: Bunga Citra Lestari
Cipt. Melly Goeslow
Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Seorang dosen Hukum Media Massa saya pernah mengatakan, film yang sukses bukanlah film dengan jumlah penonton yang sangat banyak, film yang sukses adalah film yang berhasil menarik perhatian orang-orang yang sebelumnya tidak pernah pergi ke bioskop, lalu mereka datang ke bioskop untuk menonton film itu. Ketika saya menonton film Habibie dan Ainun saya melihat banyak orang yang sepertinya baru pertama kali menonton di bioskop, usia mereka bahkan beragam, dari status dan kalangan sosial yang beragam pula...
Tak terasa sudah sampai di penghujung tahun 2012, sudah saatnya menyusun resolusi kembali, bermuhassabah sekaligus hijrah pada kebaikan agar semakin dicintai Allah :)
Beberapa hari belakangan ini mood memang agak kurang beres, entah kenapa jadi gampang sekali stres, hal ini berpengaruh pula pada suasana hati yang kian memburuk, tapi Alhamdulillah kesehatan tetap stabil, sebagai paradoks dari suasana hati...^^
Capek fisik, capek hati, dan capek pikiran kalau kata temen-temen sih begitu, tapi mungkin memang seperti itu keadaannya, asal semuanya masih beralasan, solusi pasti datang tak lama kemudian, liburan sejenak bisa jadi jawabannya :))
Melihat Pemandangan seperti ini cukup membuat hati ayeem^^
Cocok sama nama tempatnya, so green ^^
Eco Green Park termasuk obyek wisata yang paling baru dari sejumlah obyek wisata yang ada di Kota Batu, setelah dapet rekomendasi dari Intoon, sehari sebelumnya...tanpa pikir panjang lagi, mungkin inilah waktu yang paling tepat untuk liburan!
Masih dengan tema alam, obyek wisata ini memang mengunggulkan wahana-wahana sebagai sarana belajar yang dekat dengan dengan alam.
Ini dari limbah tv lho...kereen yah bisa jadi seperti ini bentuknya^^
Sejak bulan November kemarin, sudah banyak merencanakan liburan ke berbagai tempat, sudah sempet ngebayangin akan mengisi waktu liburan akhir pekan di Semarang dan di Jogja, sudah sempet searching restoran Korea juga, alamatnya sudah dicatet, waktunya juga udah ditentukan, tapi Allah tetaplah yang berkehendak, setelah diberi beberapa cobaan kemarin, Alhamdulillah sekarang masih diberi waktu untuk rehat dan refreshing sejenak...^^ semua terkadang berjalan tanpa direncanakan sebelumnya, tempat yang jauh-jauh hari direncanakan untuk dikunjungi, sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang membawa langkah kaki kita pergi, namun kenyataan itu justru membawa kita mengunjungi suatu tempat yang terlalu banyak menyuguhkan kejutan dan decak kagum...
Tempat sama baju matchiiing sekaleee :D
Queen Butterfly kalo ini mah :D
Mungkin karena cenderung masih baru, Eco Green Park sendiri masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan, meskipun hari itu weekend, pengunjungnya masih sepi, beruntung bisa ke tempat ini waktu orang lain masih banyak yang belum tahu, pemandangan rombongan ibu-ibu gendong anak, sambil bawa rantang makanan lalu menggelar tiker itu pun juga nggak terlihat di sini,hehehe :D momen berharga berlibur dalam arti sesungguhnya juga nggak sulit didapat.
Seriusan, ini bukan pose orang lagi GALAU
Eco Green Park secara resmi dibuka sebagai tempat wisata pada bulan Juli lalu, itu sebabnya wahana-wahana yang ada di sini belum semuanya rampung dibangun, meski sebagian besar wahana sudah bisa dinikmati oleh para pengunjung yang datang. Bicara soal lokasi, Eco Green Park berada di tengah-tengah Jatimpark 1 dan 2, cukup strategis buka???^^ memudahkan juga kalo ada wisatawan yang sekalian mau ke Jatimpark 1 san 2, pemilik juga menyediakan tiket terusan untuk biaya yang lebih murah.
beruntung, waktu itu lagi nggak hujan...jadi bisa foto kece kaya gini di tengah-tengah pemandangan yang nggak kalah kecenya juga^^
Ini bisa jadi cerita indah di awal bulan Desember sekaligus menjadi akhir di tahun 2012, mengingat rencana liburan ke Karimun Jawa dan nonton konser 2PM yang bukan hanya gagal tapi juga kandas dengan cara yang mengenaskan... :'(kapaaan yah impian nonton live concert keturutan???waktu berbanding terbalik dengan jumlah uang tabungan yang mencukupi buat nonton konser sekalipun di kelas festival itu jauh lebih menyedihkan daripada jelas-jelas nggak dikasih izin orang tua dan lagi nggak ada duit buat beli tiket!kenapa harus Desember....??? saat waktu disibukkan dengan rangkaian kegiatan OR UKM Mahasiswa Wirausaha Brawijaya, persiapan UAS dan pembekalan magang, Nichkhun yang gantengnya kebangetan itu harus manggung di Indonesia #sediiiiih
Lagi di wahana Jungle Adventure, iya...iya...nggak usah dikasih tahu kalo lebih kecean mobilnya daripada orangnya -__-
With My Best, Nana ^^
Ngomongin bulan Desember, apa sih yang istimewa? selain ucapan rasa syukur yang tak henti karena sampai detik ini Allah masih memberikan kesehatan dan melanggengkan kebahagiaan hidup kita^^ Desember bukanlah akhir, melainkan sebuah awal untuk memulai harapan-harapan dan cita-cita baru. karena mimpi adalah eksistensi keberadaan kita di dunia ini, aku bermimpi, maka aku ada, setidaknya mimpi membuat manusia selalu memiliki tujuan dalam hidup mereka.
Belum cocok jadi pemandu satwa :D
Wahana terfavorit jatuh pada wahana Rumah Terbalik :))
Wahana yang satu ini cukup buat kita tercengang waktu pertama kali masuk, nggak nyangka orang-orang di muka bumi ini tumbuh menjadi orang-orang yang sangat kreatif dalam memenuhi kebutuhan tersier manusia. Semua interior, ornamen dibikin sedemikian rupa biar tampak asli, dan uniknya semua yang ada dalam rumah ini posisinya terbalik. Nggak percaya???
Baru masuk aja udah kelihatan kan letak keunikannya dimana??
Ruang Tamunya nih...
Semua serba terbalik...
Sebenernya masih banyak foto-foto di wahana rumah terbalik ini yang mau dishare dipostingan kali ini, karena saking banyaknya mungkin butuh nulis satu postingan yang khusus nampilin foto-foto apa aja yang ada dalam wahana rumah terbalik ini, lebih bagus lagi kalau temen-temen langsung dateng aja ke Eco Green Park biar nggak penasaran, hehehe :D
Masa Depan Bumi di Tangan kita #penegasan
Don't forget to visit....^^
Sekian postingan pagi ini, waktu sudah menunjukkan pukul 02.14 WIB, buat temen-temen yang lagi berkunjung ke Kota Batu untuk liburan, jangan lupa mampiir ke Eco Green Park sebagai tempat alternatif kunjungan wisata kalian, dijamin nggak bakal nyesel^^, Eco Green Park buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00, biaya tiket masuk weekday 30 ribu rupiah saja, kalo weekend 40 ribu rupiah, murah kan??? :))
Dua minggu setelah simbah meninggal...kematian terus terbayang dalam benak, hingga sehela nafas pun menjadi sangat berharga, hingga hitungan detik pun harus bermakna, hingga diri ini pun sadar bahwa nantinya juga bakal mayat. Rasanya masih butuh waktu untuk berkabung, menitipkan doa selepas shalat, agar simbah tenang di alam sana. Keluarga masih sangat kehilangan sosok simbah, meskipun siap atau tidak kematian itu pasti akan datang.
Jumat, Adzan shubuh baru saja berkumandang, rasa kantuk masih melekat, pagi masih terlalu pekat, dan tubuh ini masih berat untuk bangun mengambil air wudhu...sebelum akhirnya telepon dari Mama membangunkan.
“Halo Assalamu’alaikum... Dek, Budhe Tri meninggal tadi malam.”
Saat mata masih terpejam, dan sadar belum sepenuhnya dipulihkan, saat itu mimpi sedang menginjak di bagian paling akhir, organ-organ tubuh belum berfungsi sempurna, nyawa pun belum terkumpul seluruhnya, tiba-tiba handphone bergetar dan harus menerima berita duka “lagi” Maka inilah sesungguhnya, esensi dari sebuah kehidupan...sebuah perjalanan yang membawa kita kembali kepada Sang Pencipta. Tidak ada yang lebih pasti daripada datangnya kematian. Pertanyaannya kemudian, sudah sejauh mana kita mempersiapkannya? Sudah seberapa banyak bekal yang kita kumpulkan selama hidup di dunia ini untuk menghadapi kematian yang tak seorang pun luput darinya? Sudahkan shalat, ibadah, dan hidup ini sungguh-sungguh kita persembahkan hanya untuk Allah semata, hingga saat datangnya kematian pun, kepada Allah lah tempat kita kembali.
Terkadang kita dibuat lupa akan datangnya kematian, karena terlalu sibuk berlomba-lomba memakmurkan kehidupan duniawi, membahagiakan diri dengan kesenangan dunia lalu alfa untuk bekal di akhirat. Waktu seakan terbuang sia-sia untuk mengejar dan menggenggam dunia, padahal hanya sehelai kain kafan dan amalan shalehlah yang nantinya akan dibawa menghadap Allah. Kita sering lupa akan sepinya kehidupan di alam kubur, hingga terlalu bersemangat memburu hiruk pikuk kehidupan dunia. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang cerdas, yakni hamba-hamba Allah yang selalu mengingat kematian, agar setiap lisan dan perbuatan selalu baik dan diniatkan untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak.
Ya Allah, wafatkan kami, orang tua kami, saudara-saudara kami sesama muslim dalam keadaan khusnul khatimah, lapangkan kubur kami, jauhkan kami dari siksa kuburMu, jauhkan kami dari siksa api neraka jahannamMu, dan berikan kami tempat di surgaMu... Wafatkan kami dalam keadaan suci (masih memiliki wudhu), tanpa ada lagi tanggungan hutang baik materi, hutang shalat dan hutang puasa. Amien....
Pagi-pagi banget Mama udah telepon, “Dek udah bangun belum?”
“Udah dong Ma, udah mandi, ini mau dandan...”
“Wah gaya banget kamu, hari ini mau ketemu Prabu Revolusi, biasanya jam segini masih tidur.”
“Aku berangkat jam tujuh Ma, O..iya hari ini aku mau pake tas sama heels baru, hehehe”
Setiap dateng ke talkshownya Bang Dika gue juga dandan sih, berusaha tampil semenarik mungkin karena mau ketemu idola...tapi kali ini agak beda, karena mau ketemu idola yang tampangnya ganteng, penampilan juga harus lebih istimewa, bukan berarti gue bilang Abang itu jelek, cuman kurang tampan aja kok...^^
Sedikit agak berlebihan memang, secara gue jarang banget pake heels...tapi untuk acara seminar bareng salah satu news anchornya Metro TV ini, gue rela mengorbankan kaki gue bakalan lecet-lecet dan gaya jalan gue yang bakalan kaya nenek-nenek hanya karena pengen tampil elegan di depan Prabu Revolusi *too much*
Gue dateng ke seminar bareng dua sahabat gue, Esa sama Nana...
Rabu malem Esa telepon gue minta ditemenin ke seminarnya Prabu Revolusi, gue ceritain dikit...Esa adalah salah satu fans beratnya Prabu yang emang udah ngebet banget pengen ketemu Prabu, waktu Prabu nikah lagi sama Zee Zee shahab, gue yakin orang yang paling patah hati saat itu adalah Esa, sehari sebelum seminar, Esa insomnia berat...dia terlalu excited karena mau ketemu Prabu sampai lupa gimana caranya tidur...Sementara gue sama Nana sih sebenernya juga ngefans sama Prabu, bahkan gue udah suka sama dia sejak masih jadi anchor di Trans TV dulu, tapi motivasi utama kita berdua untuk ikutan seminar bukan cuma karena Prabu, tapi karena di seminar itu juga membahas tentang Public Speaking yang gue sama Nana emang perlukan *eheum* (secara kita berdua Mahasiswa Komunikasi)
Prabu Revolusi, salah satu anchor favorit gue...dulu gue suka banget nonton Reportase Pagi dan Reportase Investigasi karena ada dia, setelah pindah ke Metro TV gue semakin ngefans, di mata gue, adalah sebuah pencapaian yang sangat besar ketika seorang anchor dari stasiun televisi swasta nasional yang lebih fokus pada format siaran entertainment ditawarin jadi anchor di news television yang memang memiliki kredibilitas tinggi di Indonesia. Semakin seneng lagi waktu tahu Prabu jadi salah satu presenter di program Metro TV yang tergolong masih baru, 8-11 Show bareng anchor-anchor yang nggak kalah kece seperti Tomtjok, dan anchor cantik yang selalu bikin gue terkesan, Marissa Annita...^^
Memiliki wajah yang tampan dengan kemampuan bahasa asing dan publik speaking yang nggak usah diragukan lagi ketika membawakan berita, siapa yang menyangka, ternyata latar belakang pendidikan Prabu adalah di bidang engineering, Prabu Revolusi merupakan lulusan T. Fisika ITB, Bandung. Hebat banget nggak tuh...bisa langsung meraih kesuksesan dengan waktu yang cukup singkat ketika dia memutuskan untuk terjun di bidang jurnalistik dan broadcasting. Terpilih sebagai pemenang kompetisi membaca berita di Bandung yang salah satu jurinya adalah anchor senior Metro TV, Meutia Hafid...Prabu kemudian direkomendasikan untuk menjadi Anchor di Trans TV atau Metro TV. Trans TV adalah tempat awal Prabu meniti kariernya sebagai pembawa berita, beberapa tahun kemudian Ia mendapat tawaran untuk menjadi salah satu anchor di Metro TV, karier prabu di Metro TV semakin cemerlang, bahkan di tahun ini Ia berhasil masuk menjadi salah satu nominasi pembawa berita terfavorit di ajang Panasonic Gobel Award sebagai wakil dari Metro TV bersama Desi Anwar dan Najhwa Shihab.
And Now, He’s standing in front of me not more than one meter....I can’t do anything even breath, so unbelievebale, he’s here now...I’m not watching 8-11 Show...
Smart
Charming
Cool
Ini merupakan kali kedua kedatangan Prabu Revolusi di Universitas Brawijaya, Malang...yang berbeda kali ini adalah kedatangannya bersama sang istri, artis cantik Zee Zee Sahab yang saat ini sedang mengandung.
Kalau biasanya kita melihat penampilan Prabu yang selalu mengenakan pakain formal dengan jas yang rapi, dalam seminar ini Ia memilih untuk berpenampilan lebih casual, dengan blazer dan sneakernya itu, Prabu kelihatan lebih muda, malah kaya masih mahasiswa... *aiish*
Mengistirahatkan pikiran sejenak dari beban presentasi tentang kebijakan redaksional koran Kompas dan tugas membuat rancangan produksi siaran radio yang cukup menyita waktu...menyingkirkan sementara, novel pinjaman yang belum juga selesai dibaca karena terlalu sibuk mengkhatamkan film-film yang masuk nominasi Oscar, seperti tahun-tahun sebelumnya...setelah perhelatan Oscar usai digelar, buru-buru hunting film-film yang masuk nominasi, tidak seperti sebelumnya, agak dikecewakan dengan Hurt Locker, tahun ini terpuaskan dengan The Artist yang cukup berhasil menguras emosi saat menontonnya...dengan akting para aktor dan aktrisnya yang sangat memukau serta jalan cerita yang cukup sederhana tapi memerlukan perenungan untuk memahami makna yang ingin disampaikan dalam film tersebut. The Artist adalah sebuah karya yang patut dinobatkan sebagai film terbaik di ajang Oscar tahun ini, film bisu dengan layar hitam-putih yang mengajak kita kembali ke masa 85 tahun silam dimana pertunjukan film-film bisu menjadi yang paling populer di dunia hiburan pada saat itu.
Minggu, 18 Maret lalu gue, Intan, Theh Ulfa dan Mbak Devi tanpa pernah merencanakan liburan bareng sebelumnya, tiba-tiba punya inesiatif untuk mengisi waktu liburan kita ke Agrowisata Kusuma di Batu. Sejujurnya gue lebih seneng dengan spontanitas seperti ini, sebuah liburan tanpa rencana tapi terlaksana, dibandingin harus rundingan dulu jauh-jauh hari nentuin mau kemana, sama siapa, dan naik apa, tapi ujung-ujungnya gagal hanya karena cuaca buruk atau tiba-tiba ada yang batalin janji karena ada kuliah tambahan. Ide awal liburan kali ini muncul dari Intan yang bosen di kosan terus, Intan iseng ngajak Teh Ulfa jalan, mereka berdua akhirnya jalan duluan ke Batu baru setelah nganter Mbak Devi survey lokasi bimbingan belajar buat ngelamar kerja gue dan Mbak Devi nyusul mereka ke sana.
Gue sebenernya nggak terlalu tertarik dengan Agrowisata, liburan di tempat seperti itu kesannya ngebosenin...tapi karena diiming-imingi view yang keren sambil menikmati pancake strawberry, gue mah ayo-ayo aja...
Kusuma Agrowisata mulai dijadikan tempat wisata sejak tahun 1989, dulu sih lokasinya nggak seluas yang sekarang, tempat ini jadi langganan syuting Trans TV dan Trans 7 yang memang punya banyak program liputan tentang beragam jenis tempat wisata termasuk agrowisata. Pernah dipakai syuting program Termehek-mehek juga waktu di Malang, sekedar informasi tambahan..yang jadi talentnya waktu itu temen sekampus gue yang satu jurusan dan peminatan juga. Hehehe...
Kusuma Agrowisata ini dikelola secara pribadi oleh pemiliknya, bukan dari perusahaan swasta, bukan juga milik pemerintah daerah. Sekitar 1000 orang karyawan diperkerjakan untuk mengelola usaha ini. Bisa dibayangin kan gimana tajirnya orang yang mengelola agrowisata ini karena pemasukan yang diterima bukan hanya dari agrowisata tapi juga ada hotel dan cottegenya yang nggak jauh dari lokasi yang dijadikan tempat agrowisata.
Liburan kali ini emang agak berbeda dari liburan-liburan sebelumnya, selain tanpa rencana, liburan yang sekarang jadi ajang gila-gilaan gue bareng temen-temen kosan. Statement ini akan diperjelas dengan gambar-gambar yang akan gue tampilkan dalam postingan ini. ^^
Gue sama temen-temen sangat menikmati liburan ini, banyak keseruan-keseruan dan guyonan yang nggak akan mungkin bisa dilupain, mulai dari nyolong-nyolong kesempatan biar bisa masuk ke Standing Partynya orang yang waktu itu emang nyewa lokasi pernikahan di sekitar lokasi agrowisata, alasannya simple aja, pengen liat foto-foto pra wedding mereka kayak apa (re:makan gratis), foto di depan mobil pengantin, diem-diem masuk area hotel cuma buat liat kolam renangnya, bikin video kocak ala-ala Selebrity on Vacation, nyobain permainan-permainan di children play ground, padahal khusus buat anak-anak di bawah 10 tahun, pokonya semua yang kita lewatin kemarin unforgetable moment banget deh...^^
Sometimes life hits you in the head with a brick. Don't lose faith. Steve Jobs
***
You are still The Champion
Pesan melalui akun FB Fitri yang gue dan Fitri kirim ke akun FB Mas Detha, beberapa saat setelah proses perhitungan suara selesai dan presiden EM Universitas Brawijaya tahun 2012 telah terpilih :
Assalamu'alaikum wr. wb.
Semangat Mas, nothing to lose yah...^^
Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan kemudahan kepada antum,amien...
keep istiqomah di jalan Allah, keep hamasah !!! Farida & Fitri PPMD Brawijaya (Persatuan Pendukung Mas Detha) hehehe...
Wassalam...
DEKADE – TRANS Untuk Indonesia, sebuah pertunjukan mahakarya anak bangsa akan disiarkan secara live di TRANS TV dan TRANS7 dari Plenary Hall Jakarta Convention Centre pada hari Kamis, 15 Desember 2011 pukul 19.00 WIB.
DEKADE sebuah pertunjukkan dengan tampilan megah yang merangkum 10 tahun perjalanan TRANS Corp sebagai media yang memberi informasi, menghibur dan memberi nilai untuk bangsa Indonesia, sekaligus menyatakan komitmen untuk terus maju untuk Indonesia masa depan.
Program ini menggambarkan peranan TRANS Corp dalam menjadikan Indonesia lebih baik dan menjadi bangsa yang besar. DEKADE akan menampilkan kilas balik perjalanan TRANS Corp kemudian akan digambarkan juga keadaan masa kini yang sedang dijalani dan harapan masa depan bagi Indonesia.
Kemeriahan DEKADE akan dipandu oleh Sarah SechandanOmesh. DEKADE menghadirkan musisi yang memiliki konsistensi dalam berkarya, yaitu Iwan Fals, sebagai cerminan TRANS Corp yang selalu menanamkan nilai kerja keras dan konsistensi. Didukung pula musisi-musisi tanah air berkualitas yaitu Agnes Monica, Afgan, Vidi Aldiano, Syahrini, Anang & Ashanti, Kristina, Inul Daratista, Putri Ayu, Nidji, Ungu, d’Masiv, Armada, Kotak, Geisha, The Virgin, Wali, Vierra, SM*SH dan 7 Icons .
Dengan panggung multimedia sebagai kekuatan teknologi, DEKADE juga menghadirkan penampilan yang berbeda dari para pemain Opera Van Java dan Comedy Project yang akan berkolaborasi dalam salah satu hiburannya. Hal ini menggambarkan program-program TRANS Corp yang cukup kuat di genre komedi.
DEKADE ini juga merupakan momentum TRANS Corp untuk bangkit sekaligus untuk memperkenalkan keluarga baru yang akan memperkuat lini TRANS media, yaitu Detik.com.
***
Sepuluh tahun sudah Trans Corp (Trans TV dan Trans 7) mengudara di pertelevisian swasta Indonesia. Trans TV, satu-satunya stasiun televisi swasta yang bikin gue langsung jatuh cinta sejak pertama kali kemunculannya. Sementara stasiun-stasiun televisi swasta yang lain begitu mengunggulkan program sinetron-sinetronnya yang sama sekali tidak mendidik, Trans Corp mencoba keluar dari vakum tersebut dengan menyajikan program-program acara yang mengusung tema edutainment (pendidikan dan hiburan) dan selalu menjadi trend setter bagi stasiun televisi swasta yang lain. Trans Corp, stasiun televisi swasta no.1 di Indonesia juga berniat untuk melebarkan sayapnya menjadi stasiun televisi yang terdepan di Asia Tenggara.
Apresiasi yang setinggi-tingginya gue berikan untuk Trans Corp, sebagai penonton setia, gue merasa Trans Corp telah memberikan banyak inspirasi dan memotivasi gue untuk cinta pada dunia broadcasting, melalui bidang tersebut kita turut berpartisipasi untuk memajukan bangsa dengan menciptakan program-program edukatif yang melibatkan kreativitas anak bangsa dalam berkarya di dunia pertelevisian. Trans Corp, selalu menjadi yang pertama dalam menciptakan program yang penuh inovasi.
Di usianya yang kesepuluh, Trans Corp telah banyak berkontribusi dalam rangka membangun dan memajukan negeri, tidak hanya melaui program-programnya yang syarat dengan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat, melalui program CSR Trans Corp juga memberikan kontribusinya dalam bidang sosial, seperti membangun sekolah untuk anak-anak kurang mampu, membangun kembali sekolah-sekolah di daerah yang terkena bencana alam, dan membangun kembali sarana dan prasarana umum yang rusak ketika terjadi bencana alam. Semua biaya dalam pembangunan tersebut berasal dari sumbangan-sumbangan para penonton setia Trans Corp. Komitmen Trans Corp untuk selalu menjadi rekan bagi masyarakat Indonesia dalam memajukan bangsa telah dibuktikan dengan konsistensi Trans Corp untuk menayangkan program-program yang tidak hanya menarik tetapi juga mendidik.
Sejak pertama kali kemunculannya di tahun 2000 hingga 2011, Trans Corp telah banyak melahirkan program-program yang pada akhirnya membuat stasiun-stasiun televisi swasta yang lain di Indonesia menjadikannya sebagai sebuah barometer, program-program tersebut seperti program musik KD show dan Diva dangdut, program komedi seperti Extravaganza dan Opera Van Java, serta program edukasi seperti On The Spot.
Gue selalu mengimpikan suatu saat nanti dapat bergabung menjadi salah satu keluarga besar Trans Corp. Pertama kali masuk SMA gue bercita-cita kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, memperdalam broadcasting dan jurnalistik, lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dan bekerja sebagai Karyawan Trans Tv. Gue masih inget, pernah suatu saat, Guru Seni Rupa gue di SMA memberikan tugas untuk memvisualisasikan impian kami di masa depan dengan menggambar, waktu itu gue gambar gedung, seragam dan microfon Trans TV, terharu banget kalau inget huhuhu...Gue punya sebuah mimpi yang besar, dan gue sadar bukanlah hal yang mudah untuk mencapai impian itu.
Dream and give yourself permission to envision a You that you choose to be.
All human beings are also dream beings. Dreaming ties all mankind together
Gue sering bilang impian gue ini sama Emak, dan Emak selalu bilang:
Mama : “Kerja di Trans TV itu capek dek, pulangnya malem terus padahal kamu kan cewek, mana gajinya per bulan dikit lagii...adiknya temen mama aja sampek keluar dari Trans karena gajinya kecil, nggak cukup untuk biaya hidup di Jakarta.”
Gue : Dengan santai jawab “Yah... siapa bilang aku mau jadi karyawannya, orang aku pengen jadi pemiliknya ma, hehehe” *ngelunjak*
Temen-temen SMA gue juga sampek hafal banget cita-cita gue pengen jadi Karyawan Trans TV, dan mereka semua mendukung, dulu waktu masih SMA kalo Trans Corp ulang tahun, paginya di sekolah gue pasti ditanyain temen-temen tentang gimana acara ulang tahunnya Trans, karena gue yang paling betah nonton sampe dini hari dan mastiin acaranya udah bener-bener selesai.
Salah satu temen SMA gue sering bilang gini ke gue
Rianti : “Nggak sabar liat kamu nongol di TV, ntar kalo udah jadi karyawannya Trans TV.”
Iyaaah....ini gue mau jadi karyawan apa reporternya Reportase Investigasi??? Hehehe...
Sampai sekarang pun kalau smsan, di akhir pesan Rianti selalu bilang:
Ndug masih pengen jadi Karyawan Trans TV kan? Semangat yah kuliahnya, biar kesampean cita-citanya.
*rasanya pengen nangis seember baca pesan dari Rianti, dia masih sering nanyain cita-cita yang selalu gue impikan sejak pertama masuk SMA dulu*
Well, Trans Corp terutama Trans TV sampai kapan pun akan tetap di hati...^^
Selamat Ulang Tahun Trans Corp yang Kesepuluh, Dekade Trans untuk Indonesia...
NB : Makasii buat Mbak Devi, Mbak Ulfa, My wonder women Fitri, Intan, Yoni, and Bella yang udah mau nemenin nonton acara Dekade Trans untuk Indonesia dan memberikan apresiasi untuk Trans Corp dengan cara mereka masing-masing. Special thanks buat Fitri and Yoni yang nggak tega biariin gue sendirian nonton acara itu sampai kelar jam 01.00 dini hari, walaupun mereka udah ngantuk tetep mau nemenin gue hehehehe....
Full Name : Farida Yulistiana Age : Still Counting Nickname : Aida Korean Name : 파리다 율리스티아나 Birth Date : 25071992 Place of birth : Selong, NTB Biases : Kyungsoo EXO K, Seungri BigBang, Minho Shinee, Yesung Super Junior Star Sign : LEO School : Brawijaya University Favourite Colours : Pink, pink, and pink Favourite Food : EATING EVERYTHING :D Favourite Drinks : I DRINK A LOT Ambition : into Korean thingy Hobby : singing, web designing, tweeting, watching Korean Drama, Stalking Kaisoo, travelling
IAM HOTTEST AND EXO STAN
Lovely Bloggers
Meyh, exchange links!
You guys are welcome to exchange links with me. Just inform on my ShoutBox.
Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penakhlukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!
Sungguh Film yang sangat Indah dan menyentuh hingga harus meneteskan air mata berulang kali :))
Setiap kali ke Gramedia pasti nyolong-nyolong waktu untuk membaca buku Habibie dan Ainun. Nggak nyangka filmnya diputar hari ini, jadi semakin yakin bahwa memang benar adanya, bahwa laki-laki yang baik teruntuk perempuan yang baik-baik pula :)
Film ini dikemas dengan apik, ada unsur humornya tapi begitu banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik, tentang cinta, kesetiaan, janji yang harus dipenuhi, perjuangan dan pengorbanan, kejujuran, keluarga, dan cinta pada Ibu Pertiwi^^ di Indonesia film dengan latar belakang cerita hidup seorang pemimpin besar yang pernah memimpin bangsa ini masih terhitung sangat jarang, dan beribu-ribu terimakasih saya ucapkan kepada seluruh orang yang terlibat dalam pembuatan film Habibie dan Ainun tanpa terkecuali, terimakasih atas film yang sangat menginspirasi ini :')
Terimakasih telah mempercayakan Reza Rahardian untuk memerankan sosok Habibie, aktingnya sangat memukau dan cukup berhasil merepresentasikan sosok Habibie yang jenius sekaligus keras kepala :D
Film yang sungguh indah dan menyentuh, sehingga saya harus menitikkan air mata sampai berulang kali, bahkan jika itu bukan di bioskop, mungkin tangisannya bisa sampai menimbulkan suara... :D Begitulah cinta dan Tuhan, mempertemukan dua anak manusia dalam kebersahajaan, cinta sejati Ainun kepada Habibie hingga beliau tutup usia. Begitu pula kecintaan Habibie pada Ainun sehingga melahirkan buku Habibie dan Ainun yang terbit tidak lama setelah Ainun meninggal dunia, dan hadirlah film Habibie dan Ainun ke hadapan kita semua tepat pada tanggal 20 Desember tahun 2012 (20122012) hari ini :')
Bukanlah sebuah cerita cinta yang sederhana, bukan pula tentang romansa seperti yang akhir-akhir ini sering muncul di televisi, sungguh bukan sesederhana itu pesan yang ingin disampaikan dalam film ini, banyak hal yang saya dapatkan ketika selama hampir dua setengah jam menyaksikan film ini dengan berurai air mata...
Betapa tulusnya seseorang dalam mencintai pasangannya, menerima segala kekurangannya, mengingatkan ketika Ia keliru, selalu mendampingi ketika badai kehidupan menghampiri, apa pun keadaannya, sehat atau sakit, seluruh perhatian dan kekhawatiran selalu tercurah untuk seseorang yang Ia kasihi dan telah Ia pilih untuk mendampinginya seumur hidup meskipun dalam keadaan lemah tak berdaya...
Ketika menulis postingan ini sambil mengingat-ingat kembali cerita dalam film Habibie dan Ainun, rasanya bulir-bulir itu ingin sekali tumpah, mungkin ini film Indonesia pertama yang mebuat saya sangat terkesan dan mengambil banyak pelajaran moral setelah menyaksikannya. Berlatar keindahan negara Jerman, sejarah kembali berulang dalam bentuk persembahan megah nan indah berjudul Habibie dan Ainun.
Mimpi, adalah sebuah janji yang harus ditepati, dan Habibie telah menepatinya janjinya, mengabdi kepada Ibu Pertiwi, mengemban tugas sebagai pemimpin negara dan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun.
Satu hal yang perlu digarisbawahi, bagaimana bisa negara ini tidak menyediakan tempat bagi orang-orang yang jujur, orang-orang yang tidak sekedar mempunyai mimpi besar tapi mampu untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan mandiri sehingga tidak perlu lagi bergantung pada negara-negara lain. Mengapa tidak ada tempat bagi seorang Habibie??? Kerja keras beliau justru diapresiasi oleh negara lain, di Jerman, beliau begitu disegani, dikagumi atas kejeniusannya, dihargai prestasinya, dan dihormati kredibilitasnya.
Dalam film divisualisasikan, ketika Habibie memutuskan untuk tidak lagi menyalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia karena mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak mengenai keputusannya untuk melakukan Referendum terhadap rakyat Timor-timor, Beliau sekeluarga akhirnya kembali ke Jerman, di sana seorang pegawai restoran pun sangat menyeganinya, beliau disuruh mampir untuk sekedar bersantap siang, kemudian menawarkan apakah jendela restoran harus ditutup agar udara dingin di luar tidak terlalu mengganggu. Hal sekecil itu pun telah membuktikan bagaimana sosok Habibie yang jenius begitu sangat dihargai di Jerman, negara tempat Ia menuntut ilmu hingga meraih gelar Professor.
Susah sekali meyakinkan orang-orang Indonesia untuk percaya, mungkin karena mereka terbiasa dengan keomongkosongan. Betapa sulit mendapatkan apresiasi yang pantas di negeri ini, mungkin karena mereka terlalu sibuk berpura-pura. Orang yang jelas-jelas jujur dan amanah dituduh melakukan korupsi, jerih payah dan kesakitan, perjuangan dan keterpurukan menjadi bagian dari hidup seorang Habibie, tapi betapun kekuasaan itu manis dan menawarkan segala kemewahan, beliau tetap menomorsatukan keluarga, hidup dengan damai dan membangun keluarga yang sakinah.
Kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh Ainun, namun kenyataan demikian tidak pernah sekalipun menyurutkan perjuangan Habibie untuk melihat Ainun pulih kembali, Ia sama sekali tidak ingin kehilangan sosok istri sesempurna Ainun, upaya apa pun ditempuh, pengobatan dan perawatan dengan dokter terbaik pun dijalani, hingga harus memboyong Ainun ke Jerman untuk mendapatkan perawatan terbaik demi kepulihan sang istri. Dalam keadaan lemah, dan dengan kanker yang bersarang di tubuhnya, Ainun tidak lupa untuk memunaikan shalat dengan diimami Habibie, mereka shalat berjamaah bersama kedua anak mereka di rumah sakit.
Sesaat sebelum Ainun menghembuskan nafas terakhir, Habibie masih sempat memanjatkan doa dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-48, Habibie sungguh tak ingin kehilangan sosok Ainun yang telah mendampingi hidupnya selama hampir setengah abad, dengan berlinangan air mata Ia terus mencium kening Ainun yang saat itu dalam keadaan tidak sadarkan diri...
Kutipan buku ~ Habibie dan Ainun
Ungkapan B.J Habibie untuk almarhumah istri tercintanya :
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu
bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian
adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri
seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa
kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin
yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan
panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis
selama kau ada, Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar
kau di sini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti
cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada
untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya
mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku.
Lirik Lagu Ost Habibie dan Ainun-Cinta Sejati
By: Bunga Citra Lestari
Cipt. Melly Goeslow
Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Seorang dosen Hukum Media Massa saya pernah mengatakan, film yang sukses bukanlah film dengan jumlah penonton yang sangat banyak, film yang sukses adalah film yang berhasil menarik perhatian orang-orang yang sebelumnya tidak pernah pergi ke bioskop, lalu mereka datang ke bioskop untuk menonton film itu. Ketika saya menonton film Habibie dan Ainun saya melihat banyak orang yang sepertinya baru pertama kali menonton di bioskop, usia mereka bahkan beragam, dari status dan kalangan sosial yang beragam pula...
Tak terasa sudah sampai di penghujung tahun 2012, sudah saatnya menyusun resolusi kembali, bermuhassabah sekaligus hijrah pada kebaikan agar semakin dicintai Allah :)
Beberapa hari belakangan ini mood memang agak kurang beres, entah kenapa jadi gampang sekali stres, hal ini berpengaruh pula pada suasana hati yang kian memburuk, tapi Alhamdulillah kesehatan tetap stabil, sebagai paradoks dari suasana hati...^^
Capek fisik, capek hati, dan capek pikiran kalau kata temen-temen sih begitu, tapi mungkin memang seperti itu keadaannya, asal semuanya masih beralasan, solusi pasti datang tak lama kemudian, liburan sejenak bisa jadi jawabannya :))
Melihat Pemandangan seperti ini cukup membuat hati ayeem^^
Cocok sama nama tempatnya, so green ^^
Eco Green Park termasuk obyek wisata yang paling baru dari sejumlah obyek wisata yang ada di Kota Batu, setelah dapet rekomendasi dari Intoon, sehari sebelumnya...tanpa pikir panjang lagi, mungkin inilah waktu yang paling tepat untuk liburan!
Masih dengan tema alam, obyek wisata ini memang mengunggulkan wahana-wahana sebagai sarana belajar yang dekat dengan dengan alam.
Ini dari limbah tv lho...kereen yah bisa jadi seperti ini bentuknya^^
Sejak bulan November kemarin, sudah banyak merencanakan liburan ke berbagai tempat, sudah sempet ngebayangin akan mengisi waktu liburan akhir pekan di Semarang dan di Jogja, sudah sempet searching restoran Korea juga, alamatnya sudah dicatet, waktunya juga udah ditentukan, tapi Allah tetaplah yang berkehendak, setelah diberi beberapa cobaan kemarin, Alhamdulillah sekarang masih diberi waktu untuk rehat dan refreshing sejenak...^^ semua terkadang berjalan tanpa direncanakan sebelumnya, tempat yang jauh-jauh hari direncanakan untuk dikunjungi, sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang membawa langkah kaki kita pergi, namun kenyataan itu justru membawa kita mengunjungi suatu tempat yang terlalu banyak menyuguhkan kejutan dan decak kagum...
Tempat sama baju matchiiing sekaleee :D
Queen Butterfly kalo ini mah :D
Mungkin karena cenderung masih baru, Eco Green Park sendiri masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan, meskipun hari itu weekend, pengunjungnya masih sepi, beruntung bisa ke tempat ini waktu orang lain masih banyak yang belum tahu, pemandangan rombongan ibu-ibu gendong anak, sambil bawa rantang makanan lalu menggelar tiker itu pun juga nggak terlihat di sini,hehehe :D momen berharga berlibur dalam arti sesungguhnya juga nggak sulit didapat.
Seriusan, ini bukan pose orang lagi GALAU
Eco Green Park secara resmi dibuka sebagai tempat wisata pada bulan Juli lalu, itu sebabnya wahana-wahana yang ada di sini belum semuanya rampung dibangun, meski sebagian besar wahana sudah bisa dinikmati oleh para pengunjung yang datang. Bicara soal lokasi, Eco Green Park berada di tengah-tengah Jatimpark 1 dan 2, cukup strategis buka???^^ memudahkan juga kalo ada wisatawan yang sekalian mau ke Jatimpark 1 san 2, pemilik juga menyediakan tiket terusan untuk biaya yang lebih murah.
beruntung, waktu itu lagi nggak hujan...jadi bisa foto kece kaya gini di tengah-tengah pemandangan yang nggak kalah kecenya juga^^
Ini bisa jadi cerita indah di awal bulan Desember sekaligus menjadi akhir di tahun 2012, mengingat rencana liburan ke Karimun Jawa dan nonton konser 2PM yang bukan hanya gagal tapi juga kandas dengan cara yang mengenaskan... :'(kapaaan yah impian nonton live concert keturutan???waktu berbanding terbalik dengan jumlah uang tabungan yang mencukupi buat nonton konser sekalipun di kelas festival itu jauh lebih menyedihkan daripada jelas-jelas nggak dikasih izin orang tua dan lagi nggak ada duit buat beli tiket!kenapa harus Desember....??? saat waktu disibukkan dengan rangkaian kegiatan OR UKM Mahasiswa Wirausaha Brawijaya, persiapan UAS dan pembekalan magang, Nichkhun yang gantengnya kebangetan itu harus manggung di Indonesia #sediiiiih
Lagi di wahana Jungle Adventure, iya...iya...nggak usah dikasih tahu kalo lebih kecean mobilnya daripada orangnya -__-
With My Best, Nana ^^
Ngomongin bulan Desember, apa sih yang istimewa? selain ucapan rasa syukur yang tak henti karena sampai detik ini Allah masih memberikan kesehatan dan melanggengkan kebahagiaan hidup kita^^ Desember bukanlah akhir, melainkan sebuah awal untuk memulai harapan-harapan dan cita-cita baru. karena mimpi adalah eksistensi keberadaan kita di dunia ini, aku bermimpi, maka aku ada, setidaknya mimpi membuat manusia selalu memiliki tujuan dalam hidup mereka.
Belum cocok jadi pemandu satwa :D
Wahana terfavorit jatuh pada wahana Rumah Terbalik :))
Wahana yang satu ini cukup buat kita tercengang waktu pertama kali masuk, nggak nyangka orang-orang di muka bumi ini tumbuh menjadi orang-orang yang sangat kreatif dalam memenuhi kebutuhan tersier manusia. Semua interior, ornamen dibikin sedemikian rupa biar tampak asli, dan uniknya semua yang ada dalam rumah ini posisinya terbalik. Nggak percaya???
Baru masuk aja udah kelihatan kan letak keunikannya dimana??
Ruang Tamunya nih...
Semua serba terbalik...
Sebenernya masih banyak foto-foto di wahana rumah terbalik ini yang mau dishare dipostingan kali ini, karena saking banyaknya mungkin butuh nulis satu postingan yang khusus nampilin foto-foto apa aja yang ada dalam wahana rumah terbalik ini, lebih bagus lagi kalau temen-temen langsung dateng aja ke Eco Green Park biar nggak penasaran, hehehe :D
Masa Depan Bumi di Tangan kita #penegasan
Don't forget to visit....^^
Sekian postingan pagi ini, waktu sudah menunjukkan pukul 02.14 WIB, buat temen-temen yang lagi berkunjung ke Kota Batu untuk liburan, jangan lupa mampiir ke Eco Green Park sebagai tempat alternatif kunjungan wisata kalian, dijamin nggak bakal nyesel^^, Eco Green Park buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00, biaya tiket masuk weekday 30 ribu rupiah saja, kalo weekend 40 ribu rupiah, murah kan??? :))
Dua minggu setelah simbah meninggal...kematian terus terbayang dalam benak, hingga sehela nafas pun menjadi sangat berharga, hingga hitungan detik pun harus bermakna, hingga diri ini pun sadar bahwa nantinya juga bakal mayat. Rasanya masih butuh waktu untuk berkabung, menitipkan doa selepas shalat, agar simbah tenang di alam sana. Keluarga masih sangat kehilangan sosok simbah, meskipun siap atau tidak kematian itu pasti akan datang.
Jumat, Adzan shubuh baru saja berkumandang, rasa kantuk masih melekat, pagi masih terlalu pekat, dan tubuh ini masih berat untuk bangun mengambil air wudhu...sebelum akhirnya telepon dari Mama membangunkan.
“Halo Assalamu’alaikum... Dek, Budhe Tri meninggal tadi malam.”
Saat mata masih terpejam, dan sadar belum sepenuhnya dipulihkan, saat itu mimpi sedang menginjak di bagian paling akhir, organ-organ tubuh belum berfungsi sempurna, nyawa pun belum terkumpul seluruhnya, tiba-tiba handphone bergetar dan harus menerima berita duka “lagi” Maka inilah sesungguhnya, esensi dari sebuah kehidupan...sebuah perjalanan yang membawa kita kembali kepada Sang Pencipta. Tidak ada yang lebih pasti daripada datangnya kematian. Pertanyaannya kemudian, sudah sejauh mana kita mempersiapkannya? Sudah seberapa banyak bekal yang kita kumpulkan selama hidup di dunia ini untuk menghadapi kematian yang tak seorang pun luput darinya? Sudahkan shalat, ibadah, dan hidup ini sungguh-sungguh kita persembahkan hanya untuk Allah semata, hingga saat datangnya kematian pun, kepada Allah lah tempat kita kembali.
Terkadang kita dibuat lupa akan datangnya kematian, karena terlalu sibuk berlomba-lomba memakmurkan kehidupan duniawi, membahagiakan diri dengan kesenangan dunia lalu alfa untuk bekal di akhirat. Waktu seakan terbuang sia-sia untuk mengejar dan menggenggam dunia, padahal hanya sehelai kain kafan dan amalan shalehlah yang nantinya akan dibawa menghadap Allah. Kita sering lupa akan sepinya kehidupan di alam kubur, hingga terlalu bersemangat memburu hiruk pikuk kehidupan dunia. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang cerdas, yakni hamba-hamba Allah yang selalu mengingat kematian, agar setiap lisan dan perbuatan selalu baik dan diniatkan untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak.
Ya Allah, wafatkan kami, orang tua kami, saudara-saudara kami sesama muslim dalam keadaan khusnul khatimah, lapangkan kubur kami, jauhkan kami dari siksa kuburMu, jauhkan kami dari siksa api neraka jahannamMu, dan berikan kami tempat di surgaMu... Wafatkan kami dalam keadaan suci (masih memiliki wudhu), tanpa ada lagi tanggungan hutang baik materi, hutang shalat dan hutang puasa. Amien....
Pagi-pagi banget Mama udah telepon, “Dek udah bangun belum?”
“Udah dong Ma, udah mandi, ini mau dandan...”
“Wah gaya banget kamu, hari ini mau ketemu Prabu Revolusi, biasanya jam segini masih tidur.”
“Aku berangkat jam tujuh Ma, O..iya hari ini aku mau pake tas sama heels baru, hehehe”
Setiap dateng ke talkshownya Bang Dika gue juga dandan sih, berusaha tampil semenarik mungkin karena mau ketemu idola...tapi kali ini agak beda, karena mau ketemu idola yang tampangnya ganteng, penampilan juga harus lebih istimewa, bukan berarti gue bilang Abang itu jelek, cuman kurang tampan aja kok...^^
Sedikit agak berlebihan memang, secara gue jarang banget pake heels...tapi untuk acara seminar bareng salah satu news anchornya Metro TV ini, gue rela mengorbankan kaki gue bakalan lecet-lecet dan gaya jalan gue yang bakalan kaya nenek-nenek hanya karena pengen tampil elegan di depan Prabu Revolusi *too much*
Gue dateng ke seminar bareng dua sahabat gue, Esa sama Nana...
Rabu malem Esa telepon gue minta ditemenin ke seminarnya Prabu Revolusi, gue ceritain dikit...Esa adalah salah satu fans beratnya Prabu yang emang udah ngebet banget pengen ketemu Prabu, waktu Prabu nikah lagi sama Zee Zee shahab, gue yakin orang yang paling patah hati saat itu adalah Esa, sehari sebelum seminar, Esa insomnia berat...dia terlalu excited karena mau ketemu Prabu sampai lupa gimana caranya tidur...Sementara gue sama Nana sih sebenernya juga ngefans sama Prabu, bahkan gue udah suka sama dia sejak masih jadi anchor di Trans TV dulu, tapi motivasi utama kita berdua untuk ikutan seminar bukan cuma karena Prabu, tapi karena di seminar itu juga membahas tentang Public Speaking yang gue sama Nana emang perlukan *eheum* (secara kita berdua Mahasiswa Komunikasi)
Prabu Revolusi, salah satu anchor favorit gue...dulu gue suka banget nonton Reportase Pagi dan Reportase Investigasi karena ada dia, setelah pindah ke Metro TV gue semakin ngefans, di mata gue, adalah sebuah pencapaian yang sangat besar ketika seorang anchor dari stasiun televisi swasta nasional yang lebih fokus pada format siaran entertainment ditawarin jadi anchor di news television yang memang memiliki kredibilitas tinggi di Indonesia. Semakin seneng lagi waktu tahu Prabu jadi salah satu presenter di program Metro TV yang tergolong masih baru, 8-11 Show bareng anchor-anchor yang nggak kalah kece seperti Tomtjok, dan anchor cantik yang selalu bikin gue terkesan, Marissa Annita...^^
Memiliki wajah yang tampan dengan kemampuan bahasa asing dan publik speaking yang nggak usah diragukan lagi ketika membawakan berita, siapa yang menyangka, ternyata latar belakang pendidikan Prabu adalah di bidang engineering, Prabu Revolusi merupakan lulusan T. Fisika ITB, Bandung. Hebat banget nggak tuh...bisa langsung meraih kesuksesan dengan waktu yang cukup singkat ketika dia memutuskan untuk terjun di bidang jurnalistik dan broadcasting. Terpilih sebagai pemenang kompetisi membaca berita di Bandung yang salah satu jurinya adalah anchor senior Metro TV, Meutia Hafid...Prabu kemudian direkomendasikan untuk menjadi Anchor di Trans TV atau Metro TV. Trans TV adalah tempat awal Prabu meniti kariernya sebagai pembawa berita, beberapa tahun kemudian Ia mendapat tawaran untuk menjadi salah satu anchor di Metro TV, karier prabu di Metro TV semakin cemerlang, bahkan di tahun ini Ia berhasil masuk menjadi salah satu nominasi pembawa berita terfavorit di ajang Panasonic Gobel Award sebagai wakil dari Metro TV bersama Desi Anwar dan Najhwa Shihab.
And Now, He’s standing in front of me not more than one meter....I can’t do anything even breath, so unbelievebale, he’s here now...I’m not watching 8-11 Show...
Smart
Charming
Cool
Ini merupakan kali kedua kedatangan Prabu Revolusi di Universitas Brawijaya, Malang...yang berbeda kali ini adalah kedatangannya bersama sang istri, artis cantik Zee Zee Sahab yang saat ini sedang mengandung.
Kalau biasanya kita melihat penampilan Prabu yang selalu mengenakan pakain formal dengan jas yang rapi, dalam seminar ini Ia memilih untuk berpenampilan lebih casual, dengan blazer dan sneakernya itu, Prabu kelihatan lebih muda, malah kaya masih mahasiswa... *aiish*
Mengistirahatkan pikiran sejenak dari beban presentasi tentang kebijakan redaksional koran Kompas dan tugas membuat rancangan produksi siaran radio yang cukup menyita waktu...menyingkirkan sementara, novel pinjaman yang belum juga selesai dibaca karena terlalu sibuk mengkhatamkan film-film yang masuk nominasi Oscar, seperti tahun-tahun sebelumnya...setelah perhelatan Oscar usai digelar, buru-buru hunting film-film yang masuk nominasi, tidak seperti sebelumnya, agak dikecewakan dengan Hurt Locker, tahun ini terpuaskan dengan The Artist yang cukup berhasil menguras emosi saat menontonnya...dengan akting para aktor dan aktrisnya yang sangat memukau serta jalan cerita yang cukup sederhana tapi memerlukan perenungan untuk memahami makna yang ingin disampaikan dalam film tersebut. The Artist adalah sebuah karya yang patut dinobatkan sebagai film terbaik di ajang Oscar tahun ini, film bisu dengan layar hitam-putih yang mengajak kita kembali ke masa 85 tahun silam dimana pertunjukan film-film bisu menjadi yang paling populer di dunia hiburan pada saat itu.
Minggu, 18 Maret lalu gue, Intan, Theh Ulfa dan Mbak Devi tanpa pernah merencanakan liburan bareng sebelumnya, tiba-tiba punya inesiatif untuk mengisi waktu liburan kita ke Agrowisata Kusuma di Batu. Sejujurnya gue lebih seneng dengan spontanitas seperti ini, sebuah liburan tanpa rencana tapi terlaksana, dibandingin harus rundingan dulu jauh-jauh hari nentuin mau kemana, sama siapa, dan naik apa, tapi ujung-ujungnya gagal hanya karena cuaca buruk atau tiba-tiba ada yang batalin janji karena ada kuliah tambahan. Ide awal liburan kali ini muncul dari Intan yang bosen di kosan terus, Intan iseng ngajak Teh Ulfa jalan, mereka berdua akhirnya jalan duluan ke Batu baru setelah nganter Mbak Devi survey lokasi bimbingan belajar buat ngelamar kerja gue dan Mbak Devi nyusul mereka ke sana.
Gue sebenernya nggak terlalu tertarik dengan Agrowisata, liburan di tempat seperti itu kesannya ngebosenin...tapi karena diiming-imingi view yang keren sambil menikmati pancake strawberry, gue mah ayo-ayo aja...
Kusuma Agrowisata mulai dijadikan tempat wisata sejak tahun 1989, dulu sih lokasinya nggak seluas yang sekarang, tempat ini jadi langganan syuting Trans TV dan Trans 7 yang memang punya banyak program liputan tentang beragam jenis tempat wisata termasuk agrowisata. Pernah dipakai syuting program Termehek-mehek juga waktu di Malang, sekedar informasi tambahan..yang jadi talentnya waktu itu temen sekampus gue yang satu jurusan dan peminatan juga. Hehehe...
Kusuma Agrowisata ini dikelola secara pribadi oleh pemiliknya, bukan dari perusahaan swasta, bukan juga milik pemerintah daerah. Sekitar 1000 orang karyawan diperkerjakan untuk mengelola usaha ini. Bisa dibayangin kan gimana tajirnya orang yang mengelola agrowisata ini karena pemasukan yang diterima bukan hanya dari agrowisata tapi juga ada hotel dan cottegenya yang nggak jauh dari lokasi yang dijadikan tempat agrowisata.
Liburan kali ini emang agak berbeda dari liburan-liburan sebelumnya, selain tanpa rencana, liburan yang sekarang jadi ajang gila-gilaan gue bareng temen-temen kosan. Statement ini akan diperjelas dengan gambar-gambar yang akan gue tampilkan dalam postingan ini. ^^
Gue sama temen-temen sangat menikmati liburan ini, banyak keseruan-keseruan dan guyonan yang nggak akan mungkin bisa dilupain, mulai dari nyolong-nyolong kesempatan biar bisa masuk ke Standing Partynya orang yang waktu itu emang nyewa lokasi pernikahan di sekitar lokasi agrowisata, alasannya simple aja, pengen liat foto-foto pra wedding mereka kayak apa (re:makan gratis), foto di depan mobil pengantin, diem-diem masuk area hotel cuma buat liat kolam renangnya, bikin video kocak ala-ala Selebrity on Vacation, nyobain permainan-permainan di children play ground, padahal khusus buat anak-anak di bawah 10 tahun, pokonya semua yang kita lewatin kemarin unforgetable moment banget deh...^^
Sometimes life hits you in the head with a brick. Don't lose faith. Steve Jobs
***
You are still The Champion
Pesan melalui akun FB Fitri yang gue dan Fitri kirim ke akun FB Mas Detha, beberapa saat setelah proses perhitungan suara selesai dan presiden EM Universitas Brawijaya tahun 2012 telah terpilih :
Assalamu'alaikum wr. wb.
Semangat Mas, nothing to lose yah...^^
Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan kemudahan kepada antum,amien...
keep istiqomah di jalan Allah, keep hamasah !!! Farida & Fitri PPMD Brawijaya (Persatuan Pendukung Mas Detha) hehehe...
Wassalam...
DEKADE – TRANS Untuk Indonesia, sebuah pertunjukan mahakarya anak bangsa akan disiarkan secara live di TRANS TV dan TRANS7 dari Plenary Hall Jakarta Convention Centre pada hari Kamis, 15 Desember 2011 pukul 19.00 WIB.
DEKADE sebuah pertunjukkan dengan tampilan megah yang merangkum 10 tahun perjalanan TRANS Corp sebagai media yang memberi informasi, menghibur dan memberi nilai untuk bangsa Indonesia, sekaligus menyatakan komitmen untuk terus maju untuk Indonesia masa depan.
Program ini menggambarkan peranan TRANS Corp dalam menjadikan Indonesia lebih baik dan menjadi bangsa yang besar. DEKADE akan menampilkan kilas balik perjalanan TRANS Corp kemudian akan digambarkan juga keadaan masa kini yang sedang dijalani dan harapan masa depan bagi Indonesia.
Kemeriahan DEKADE akan dipandu oleh Sarah SechandanOmesh. DEKADE menghadirkan musisi yang memiliki konsistensi dalam berkarya, yaitu Iwan Fals, sebagai cerminan TRANS Corp yang selalu menanamkan nilai kerja keras dan konsistensi. Didukung pula musisi-musisi tanah air berkualitas yaitu Agnes Monica, Afgan, Vidi Aldiano, Syahrini, Anang & Ashanti, Kristina, Inul Daratista, Putri Ayu, Nidji, Ungu, d’Masiv, Armada, Kotak, Geisha, The Virgin, Wali, Vierra, SM*SH dan 7 Icons .
Dengan panggung multimedia sebagai kekuatan teknologi, DEKADE juga menghadirkan penampilan yang berbeda dari para pemain Opera Van Java dan Comedy Project yang akan berkolaborasi dalam salah satu hiburannya. Hal ini menggambarkan program-program TRANS Corp yang cukup kuat di genre komedi.
DEKADE ini juga merupakan momentum TRANS Corp untuk bangkit sekaligus untuk memperkenalkan keluarga baru yang akan memperkuat lini TRANS media, yaitu Detik.com.
***
Sepuluh tahun sudah Trans Corp (Trans TV dan Trans 7) mengudara di pertelevisian swasta Indonesia. Trans TV, satu-satunya stasiun televisi swasta yang bikin gue langsung jatuh cinta sejak pertama kali kemunculannya. Sementara stasiun-stasiun televisi swasta yang lain begitu mengunggulkan program sinetron-sinetronnya yang sama sekali tidak mendidik, Trans Corp mencoba keluar dari vakum tersebut dengan menyajikan program-program acara yang mengusung tema edutainment (pendidikan dan hiburan) dan selalu menjadi trend setter bagi stasiun televisi swasta yang lain. Trans Corp, stasiun televisi swasta no.1 di Indonesia juga berniat untuk melebarkan sayapnya menjadi stasiun televisi yang terdepan di Asia Tenggara.
Apresiasi yang setinggi-tingginya gue berikan untuk Trans Corp, sebagai penonton setia, gue merasa Trans Corp telah memberikan banyak inspirasi dan memotivasi gue untuk cinta pada dunia broadcasting, melalui bidang tersebut kita turut berpartisipasi untuk memajukan bangsa dengan menciptakan program-program edukatif yang melibatkan kreativitas anak bangsa dalam berkarya di dunia pertelevisian. Trans Corp, selalu menjadi yang pertama dalam menciptakan program yang penuh inovasi.
Di usianya yang kesepuluh, Trans Corp telah banyak berkontribusi dalam rangka membangun dan memajukan negeri, tidak hanya melaui program-programnya yang syarat dengan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat, melalui program CSR Trans Corp juga memberikan kontribusinya dalam bidang sosial, seperti membangun sekolah untuk anak-anak kurang mampu, membangun kembali sekolah-sekolah di daerah yang terkena bencana alam, dan membangun kembali sarana dan prasarana umum yang rusak ketika terjadi bencana alam. Semua biaya dalam pembangunan tersebut berasal dari sumbangan-sumbangan para penonton setia Trans Corp. Komitmen Trans Corp untuk selalu menjadi rekan bagi masyarakat Indonesia dalam memajukan bangsa telah dibuktikan dengan konsistensi Trans Corp untuk menayangkan program-program yang tidak hanya menarik tetapi juga mendidik.
Sejak pertama kali kemunculannya di tahun 2000 hingga 2011, Trans Corp telah banyak melahirkan program-program yang pada akhirnya membuat stasiun-stasiun televisi swasta yang lain di Indonesia menjadikannya sebagai sebuah barometer, program-program tersebut seperti program musik KD show dan Diva dangdut, program komedi seperti Extravaganza dan Opera Van Java, serta program edukasi seperti On The Spot.
Gue selalu mengimpikan suatu saat nanti dapat bergabung menjadi salah satu keluarga besar Trans Corp. Pertama kali masuk SMA gue bercita-cita kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, memperdalam broadcasting dan jurnalistik, lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dan bekerja sebagai Karyawan Trans Tv. Gue masih inget, pernah suatu saat, Guru Seni Rupa gue di SMA memberikan tugas untuk memvisualisasikan impian kami di masa depan dengan menggambar, waktu itu gue gambar gedung, seragam dan microfon Trans TV, terharu banget kalau inget huhuhu...Gue punya sebuah mimpi yang besar, dan gue sadar bukanlah hal yang mudah untuk mencapai impian itu.
Dream and give yourself permission to envision a You that you choose to be.
All human beings are also dream beings. Dreaming ties all mankind together
Gue sering bilang impian gue ini sama Emak, dan Emak selalu bilang:
Mama : “Kerja di Trans TV itu capek dek, pulangnya malem terus padahal kamu kan cewek, mana gajinya per bulan dikit lagii...adiknya temen mama aja sampek keluar dari Trans karena gajinya kecil, nggak cukup untuk biaya hidup di Jakarta.”
Gue : Dengan santai jawab “Yah... siapa bilang aku mau jadi karyawannya, orang aku pengen jadi pemiliknya ma, hehehe” *ngelunjak*
Temen-temen SMA gue juga sampek hafal banget cita-cita gue pengen jadi Karyawan Trans TV, dan mereka semua mendukung, dulu waktu masih SMA kalo Trans Corp ulang tahun, paginya di sekolah gue pasti ditanyain temen-temen tentang gimana acara ulang tahunnya Trans, karena gue yang paling betah nonton sampe dini hari dan mastiin acaranya udah bener-bener selesai.
Salah satu temen SMA gue sering bilang gini ke gue
Rianti : “Nggak sabar liat kamu nongol di TV, ntar kalo udah jadi karyawannya Trans TV.”
Iyaaah....ini gue mau jadi karyawan apa reporternya Reportase Investigasi??? Hehehe...
Sampai sekarang pun kalau smsan, di akhir pesan Rianti selalu bilang:
Ndug masih pengen jadi Karyawan Trans TV kan? Semangat yah kuliahnya, biar kesampean cita-citanya.
*rasanya pengen nangis seember baca pesan dari Rianti, dia masih sering nanyain cita-cita yang selalu gue impikan sejak pertama masuk SMA dulu*
Well, Trans Corp terutama Trans TV sampai kapan pun akan tetap di hati...^^
Selamat Ulang Tahun Trans Corp yang Kesepuluh, Dekade Trans untuk Indonesia...
NB : Makasii buat Mbak Devi, Mbak Ulfa, My wonder women Fitri, Intan, Yoni, and Bella yang udah mau nemenin nonton acara Dekade Trans untuk Indonesia dan memberikan apresiasi untuk Trans Corp dengan cara mereka masing-masing. Special thanks buat Fitri and Yoni yang nggak tega biariin gue sendirian nonton acara itu sampai kelar jam 01.00 dini hari, walaupun mereka udah ngantuk tetep mau nemenin gue hehehehe....